Langganan Artikel via Email

Find me on Facebook

Follow me on Twitter

Implementasi File Screening pada Windows Server 2003 R2 PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 
Jumat, 12 November 2010 02:19

Windows server 2003 R2 (atau 2008 R2) memungkinkan seorang administrator untuk mengelola dan mencegah pengguna komputer (user) pada sebuah institusi dalam mengkonsumsi semua kapasitas harddisk yang tersedia pada server, atau lebih buruk lagi menyimpan file-file yang dapat menimbulkan ancaman terhadap "keamanan server". Dengan adanya kemampuan File Screening pada Windows server 2003 R2, Kita dapat melindungi server dan mencegah pengguna menyimpan file tipe tertentu (misal *.mp3, *.exe, dll).

Untuk membantu dalam penerapan file screening, akan dijelaskan hal-hal berikut ini:

  • Definisi file screening dan mengapa kita harus mempertimbangkan penerapan hal tersebut.
  • Mendiskusikan default template file screening dan group file yang tersedia.
  • Membuat file screening pada server.

Ada saatnya setiap administrator menghadapi masalah yang berhubungan dengan pengguna yang men-download file yang tidak diinginkan. Jika file tersebut berukuran sangat besar (seperti file konten media), server dapat dengan cepat kehabisan kapasitas. Bukankah akan lebih baik jika kita bisa mencegah pengguna menympan file tersebut ke server, tanpa harus repot-repot menerapkan kuota disk?. Pada artikel ini akan dijelaskan bagaimana file screening dapat mencegah hal tersebut.

Definisi file screening.

File screening adalah salah satu fitur baru yang diterapkan pada windows server 2003 R2, yang memungkinkan seorang administrator untuk mendaftarkan jenis file yang tidak sah, dan kemudian:

  • Mencegah pengguna menyimpan jenis file yang tidak sah (disebut file screening aktif)
  • Mengizinkan pengguna untuk menyimpan jenis file yang tidak sah, tetapi kegiatan ini akan memberitahukan pengguna, administrator, atau keduanya (disebut file screening pasif).

Template file screening dan group file.

Windows server 2003 R2 memiliki lima standar template file screening. Masing-masing template tersebut akan mendefinisikan jenis file yang akan diterapkan. Adapun kumpulan ekstensi file yang terdaftar pada group tersebut adalah merupakan file-file yang aktif.

Daftar dibawah ini merupakan nama file group beserta ekstensi-nya:

  • Block Audio and Video Files : aafc aif aiff asf asx au avi m3u mid midi mov mp1 mp2 mp3 mp4 mpe mpeg mpeg2 mpeg 3 mpg qt qtw ram ram rmi rmvb snd swf wav wax wma wmv wvx
  • Block Email Files : eml idx mbx msg ost otf pag pst
  • Block Executable Files : bat cmd com cpl exe inf js jse msi msp ocx pl re vb vbs wsf wsh
  • Block Image Files : bmp dib img gif jfif jpe jpeg jpg pcx png psd raw rif spiff tif tiff

Mengelola template file screening dan group file

Kita dapat menggunakan salah satu File Server Management atau File Server Resource manager konsol untuk mengelola komponen file screening. Konsol ini tidak di instal kecuali kita mengkonfigurasi server kita sebagai File Server. Berikut langkah-langkah untuk mengkonfigurasi server menjadi File Server:

  • Pilih Start | Administrative Tools | Configure Your Server Wizard
  • Klik Next pada halaman Welcome di wizard
  • Klik Next pada Preliminary Steps page
  • Pilih File Server pada Server Role List dan klik Next
  • Aktifkan checkbox untuk file server component yang ingin di install pada File Server Environtment Page, dan klik Next
  • Klik Finish jika instalasi sudah selesai, dan klik Yes untuk merestart Server.

Konfigurasi pemberitahuan/notifikasi melalui email

Server memungkinkan untuk memberitahukan kepada pengguna, administrator, atau keduanya setiap kali pengguna mencoba untuk menyimpan file yang tidak di izinkan. Untuk itu kita harus mengkonfigurasi server terlebih dahulu dengan SMTP server. Lakukan langkah berikut untuk mengkonfigurasi fileserver dengan SMTP server :

  • Pada File Server Management Console, klik kanan pada File Server Resource Manager Node, dan pilih Configure Options.
  • Pada kolom SMTP server name or IP Address, masukkan alamat IP dari Server SMTP yang akan digunakan untuk mengirim email pemberitahuan.
  • Pada kolom default administrator recipients, masukkan alamat email yang akan menerima pemberitahuan.
  • Klik tombol Send Test E-mail untuk mencoba apakah proses pengiriman email pemberitahuan sukses atau tidak.
  • Jika sudah selesai, klik Finish.

ImageHost.org

Implementasi File Screening

Langkah pertama dalam melindungi server kita dengan file screening file-file yang tidak di izinkan adalah dengan membuat strategi terlebih dahulu. Ada dua faktor yang harus kita perhatikan/pertimbangkan ketika menerapkan file screening:

  • Tipe file apa yang tidak diperbolehkan disimpan pada server?
  • Di folder mana yang tidak diperbolehkan menyimpan tipe file tersebut? Apakah semua folder, atau hanya folder tertentu?

Contoh Kasus "Mencegah pengguna menyimpan file Audio dan Video pada Server"

Pada contoh kasus ini, kita khawatir pengguna akan menghabiskan kapasitas harddisk server dengan menyimpan file-file audio (ex mp3, wma, dll) dan video (ex mpeg, avi, 3gp, dll) yang tiap file nya berukuran sangat besar. Untuk mencegah hal itu terjadi, kita dapat memilih salah satu default template yang sudah disediakan yaitu Block Audio and Video Files. Supaya server dapat mengirimkan email pemberitahuan setiap ada pengguna yang mencoba menyimpan file ini, kita harus sedikit merubah konfigurasi pada template Block Audio and Video Files. Ikuti langkah berikut:

  • Pada File Server Management Console, pilih File Screen template node
  • Pada details pane, klik kanan di Block Audio and Video Files template dan pilih Edit Template properties
  • Klik tab Email Message
  • Aktifkan check box Send email to the following administrators
  • Masukkan alamat email yang akan menerima pemberitahuan
  • Klik Ok

ImageHost.org

Mengaktifkan file screening

  • Pada File Server Management Console, pilih dan klik kanan pada File Screen Node, kemudian pilih Create File Screen
  • Pada kolom File Screen Path, klik browse dan pilh folder yang akan di proteksi (contoh C:\SharedData)
  • Pada File Screen Properties, pilih template yang akan kita terapkan (dalam contoh kasus ini kita pilih Block Audio and Video Files)
  • Klik tombol Create untuk menyimpan file screening

ImageHost.org

Membuat Pengecualian

  • Dalam beberapa kasus, kita mungkin ingin mengecualikan subfolder tertentu dari pemblokiran (misal di subfolder C:\SharedData\AVFiles). Lakukan langkah berikut:
  • Pada File Server Management, pilih File Screen Node
  • Klik kanan pada File Screen node dan pilih Create File Screen Exception
  • Pada kolom exception path, klik browse dan pilih subfolder yang akan dibuat pengecualian.
  • Pada bagian File Groups, aktifkan checkbox yang akan di izinkan untuk disimpan pada subfolder pengecualian ini (dalam kasus ini adalah checkbox Audio and Video Files).
  • Klik OK.

ImageHost.org

Implementasi File Screening sudah selesai, untuk mengetest-nya, cobalah untuk menyimpan file MP3 kedalam folder yang sudah kita proteksi tadi. Jika proses yang kita lakukan sudah benar, maka kita tidak akan bisa menyimpan file MP3 tersebut pada server.

Contoh tampilan pesan kepada pengguna yang mencoba menyimpan file audio

ImageHost.org

Contoh tampilan email pemberitahuan kepada administrator

ImageHost.org

 

Implementasi File Screening pada Windows Server 2003 R2
 
Baca artikel IT lainnya :

Comments  

 
0 #2 Hasudungan Sihombing 2013-04-05 11:07
mantap
Quote
 
 
0 #1 Agas 2012-12-20 10:59
Okehh
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

INGIN BERKONTRIBUSI?

Situs ini mengajak Anda yang ingin berkontribusi dan memberikan tulisan dibidang teknologi informasi.
baca selengkapnya...

INGIN BERLANGGANAN?

Situs ini memberi kemudahan bagi Anda yang ingin berlangganan artikel secara up to date melalui email.
baca selengkapnya...

CREDITS

Eka Kurniawan Online mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada institusi ataupun pihak-pihak.
baca selengkapnya...

Member Online

Secured by Siteground Web Hosting